Novel ini dibuka
dengan tingkah laku yang mengejutkan dari mantan pacar Jelita yang mencoba
melakukan aksi bunuh diri di dekat rumah Jelita. Namun, akhirnya berhasil digagalkan
oleh ketua RT setempat yang merupakan pensiunan jenderal bintang dua. Jelita
adalah perempuan yang cantik dan pintar. Dia bekerja sebagai seorang wartawan
di NewsTV. Tak heran banyak laki-laki yang mengincarnya. Sedangkan Anjani yang
merupakan sahabat Jelita sejak kecil sekaligus tetangganya hanya bisa terheran
melihat tingkah mantan-mantan Jelita yang nekad. Kali ini adalah Donny.
Segala
upaya telah Donny lakukan agar dia bisa baikkan dengan Jelita namun semuanya
gagal. Terakhir, dia sempat minta tolong kepada Anjani. Sebelum akhirnya dia
memutuskan untuk melancarkan misinya yaitu bunuh diri di kantor Jelita. Hal itu
sontak menjadi berita heboh, karena Jelita memang merupakan orang yang sangat
tenar. Jelita terancam dipecat, sedangkan Donny masuk rumah sakit. Anjani yang
kaget mendengar berita itu, menemui Jelita, menceritakan hal sebelum Donny
melakukan aksi nekadnya. Tak diduga dan tak disangka, Jelita menyemprot Anjani.
Sejak saat itu persahabatan mereka merenggang.
Rasa bersalah
menghantui Anjani.Dia putuskan untuk
menemui Donny di rumah sakit dengan misi untuk mendamaikan Donny dan Jelita.
Dia sering bolak-balik ke rumah sakit menemui Donny untuk misinya itu. Sampai
akhirnya, seisi rumah Anjani mungkin seluruh dunia kaget beredarnya foto-foto Anjani
dan Donny yang terlihat “mesra” di taman rumah sakit. Hal itu membuat semua
orang marah, tidak terkecuali Papa Anjani dan Jelita.
Malamnya, Donny
datang ke rumah Anjani, menjelaskan semua hal yang terjadi, Papa Anjani
terlihat marah. Dan sampai pada ujung pembicaraan, Donny mengungkapkan
perasannya kepada Anjani di depan keluarga Anjani. Semua kaget. Anjani bimbang.
Setelah
beberapa hari dalam kebimbangan, akhirnya Anjani dan Donny manjalin hubungan.
Sementara itu, Jelita menjalin hubungan dengan Pak Bagoes seorang pejabat
pemerintah, yang sudah beristri dan beranak dua.
Di
akhir novel ini, Anjani sempat salah paham dengan Donny, dan meminta Donny
kembali kepada Jelita. Namun setelah penjelasan-penjelasan keluar, akhirnya
Anjani memaafkan Donny dan mereka baikkan.
Mariskova memaparkan
berbagai karakter tokoh di novel ini dengan mendetail, sehingga pembaca tidak
bingung ketika membaca novel ini. Dengan membaca novel ini, bisa membuat kita
semakin memaknai hidup, dimana hidup itu penuh dengan perjuangan dan
pengorbanan. Dan pada akhirnya nanti kita akan menuai hal yang sangat indah. Seperti
halnya yang dilakukan oleh tokoh Anjani yang berjuang untuk menyatukan
sahabatnya dengan Donny, mantan kekasihnya yang pada saat itu status Donny
adalah sebagai kekasih Anjani. Dia berkorban untuk kedua orang yang dia sayang,
walaupun itu berarti dia harus mengorbankan perasaannya.
Ketika membaca novel
ini, kita tidak akan disibukkan dengan mencari-cari arti dari istilah baru yang
sulit untuk dipahami, di sini, Mariskova menggunakan bahasa yang sangat familiar sehingga mudah untuk memahaminya. Mariskova
meramu secara apik konflik yang terjadi di novel ini. Konflik yang begitu lekat
dengan kehidupan nyata, dari masalah persahabatan, percintaan, dan pekerjaan.
Semuanya seperti tersaji secara real, sehingga pembaca dapat dengan mudah
memasuki alur cerita. Namun sayangnya, latar yang dihadirkan dalam novel ini
kurang begitu menarik, karena Mariskova menghidupkan tokoh yang sudah berusia
27 tahun, jadi terkesan tokohnya itu sudah tua. Menurut saya, novel-novel yang
seperti itu, kurang diminati oleh kaum remaja. Padahal kita tahu sendiri bahwa
pembaca novel itu, biasanya anak-anak remaja, terutama anak SMA dan
perkuliahan. Seharusnya, latarnya itu diambil dari kehidupan anak perkuliahan,
sehingga tokoh tidak terkesan tua.
Novel ini bisa dibaca
oleh berbagai kalangan dari remaja sampai dewasa, karena masih memperhatikan
norma-norma yang ada. Sehingga, tidak akan mempengaruhi pembaca untuk melakukan
penyimpangan, karena memang, inti dari novel ini adalah sebuah pengorbanan dan
perjuangan menjadi seorang sahabat sejati. Jadi, dengan membaca novel ini, kita
bisa mengerti bahwa hidup itu perlu adanya sebuah pengorbanan dan perjuangan
yang nantinya bisa membuat kita menjadi pribadi yang lebik baik lagi.
Copyright 2009 tulisan aginia.
All rights reserved.
WP Themes designed byEZwpthemes. Converted to Blogger by Blogger FAQs & Mobi123. Powered by
Blogger