Assalamu’ alaikum wr. wb.,
Yang terhormat Bapak
Nunung Kurniawan, S. Pd. selaku pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia serta
penilai ujian praktek Bahasa Indonesia. Dan teman-teman kelas XII Akselerasi 1 yang
saya sayangi.
Pertama-tama, marilah
kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan
rahmat-Nya, kita dapat berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal ’afiat. Tidak
lupa saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Nunung Kurniawan, S. Pd. dan
teman-teman, karena telah meluangkan waktu untuk mendengarkan pidato dari saya.
Pada kesempatan kali ini, saya Aginia Ashari akan berpidato dengan topik Tanpa Bullying Kita Bisa Lebih
Sukses.
Hadirin sekalian,
Bullying
adalah suatu bentuk intimidasi fisik dan psikologis yang terjadi secara
terus-menerus membentuk pola kekerasan yang dilakukan oleh seseorang dengan
tujuan mendemostrasikan kekuatannya kepada orang lain. Bullying bisa berupa perilaku mengejek, mengancam, mencela,
memukul, merampas, bahkan didikan keras.
Bullying berkembang
dari berbagai faktor lingkungan yang kompleks. Tidak ada faktor tunggal menjadi
penyebab munculnya bullying. Faktor
yang kompleks tersebut terdiri dari faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor
teman sebaya.
Dampak dari perilaku bullying sangatlah mengkhawatirkan baik
bagi pelaku bullying maupun korban bullying. Sebuah penelitan memberikan
gambaran bagaimana bullying bisa membentuk sebuah kepribadian yang menempatkan
seorang anak pada perjalanan dan pengalaman hidup yang kelam.
Hadirin yang
berbahagia,
Bullying merupakan permasalahan yang sudah
mendunia, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara-negara maju seperti
Amerika Serikat dan Jepang. Tindak bullying
di Indonesia diibaratkan seperti fenomena gunung es yang semakin
mengkhawatirkan. Terbukti, Indonesia menduduki peringkat kedua terbesar di
dunia dalam kasus bullying. Angka yang sangat menakjubakan.
Hadirin yang
berbahagia,
Ada suatu
kenyataan yang mana bullying dianggap efektif dalam mendidik anak. Banyak orang sukses yang berpendapat bahwa kesuksesan yang mereka dapatkan
merupakan hasil didikan keras dari orang tua atau guru mereka, padahal,
mungkin, ketika mereka tidak mendapatkan didikan keras dari orang tua atau guru
mereka atau dengan kata lain, mereka dididik dengan penuh kasih sayang, mereka
akan jauh lebih sukses dari sekarang.
Kekerasan bukan merupakan bagian
dari perkembangan psikologis anak, oleh sebab itu banyak elemen harus ikut
terlibat, baik orang tua, pihak sekolah, bahkan pemerintah untuk meningkatkan
kewaspadaan terhadap perilaku bullying.
Mari, kita bersatu, stop perilaku bullying!
Tanpa bullying kita bisa lebih
sukses!
Hadirin sekalian,
Demikian
yang bisa saya sampaikan, apabila
ada salah kata dan kekurangan, saya mohon maaf. Sekian dan terima kasih.
Wassalamu’alikum wr.wb.,














0 komentar:
Posting Komentar